Safari Ramadan 1447 H, Gubernur Pramono Anung Ajak Ulama dan Umara Bersama Jaga Stabilitas Jakarta

Berita Pemerintahan

JAKARTA – Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Pramono Anung, menghadiri kegiatan Safari Ramadan 1447 Hijriah bersama ulama dan umara se-DKI Jakarta di Pondok Pesantren Al Hamid Putra, Cilangkap, Cipayung, Jakarta Timur, Sabtu (28/2).

Kegiatan yang merupakan undangan dari PWNU Jakarta tersebut turut dihadiri Pangdam Jaya, Kapolda Metro Jaya, serta jajaran Forkopimda DKI Jakarta.

Dalam sambutannya, Pramono menyampaikan rasa syukur atas hubungan yang harmonis antara pemerintah, ulama, dan seluruh elemen masyarakat di Jakarta. Ia berharap sinergi tersebut terus terjaga demi menciptakan suasana ibu kota yang aman dan kondusif.

“Bersama-sama menjaga Jakarta,” ujar Pramono singkat, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas elemen.

Pada kesempatan itu, Pramono mengungkapkan rencana Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menggelar haul ulama-ulama Betawi setiap bulan Juli dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun Jakarta.

Kegiatan tersebut direncanakan berlangsung di kawasan Monas dengan Pemprov DKI sebagai tuan rumah.

“Kegiatan ini bertujuan memberikan penghormatan sekaligus mendoakan para ulama yang telah berjasa bagi DKI Jakarta, termasuk tokoh-tokoh utama yang berkontribusi dalam pembangunan kota,” ujarnya.

Langkah ini dinilai sebagai upaya memperkuat nilai historis dan religius dalam pembangunan Jakarta sebagai kota global yang tetap berakar pada budaya lokal.

Selain itu, Pramono juga menekankan pentingnya menghidupkan kembali Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) hingga ke level paling bawah. Ia berharap MTQ dapat dimulai dari tingkat RT, RW, kelurahan, kecamatan, kota/kabupaten, hingga provinsi untuk memperebutkan Piala Gubernur.

“Selanjutnya, para juara akan dikirim untuk mengikuti MTQ tingkat nasional,” katanya.

Program ini diharapkan mampu memperkuat syiar Islam sekaligus membangun karakter generasi muda Jakarta yang religius dan berprestasi.

Dalam pidatonya, Pramono juga menyoroti situasi global yang dinilainya sedang tidak baik-baik saja. Ia mengingatkan bahwa konflik dunia, baik secara langsung maupun tidak langsung, dapat berdampak pada stabilitas ekonomi Jakarta, terutama jika terjadi di jalur strategis seperti Selat Hormuz.

Menurutnya, gangguan di jalur tersebut berpotensi memicu kenaikan harga dan mengganggu rantai pasok global. Karena itu, Pemprov DKI Jakarta akan terus berhati-hati dan menjaga komunikasi dengan berbagai pihak guna memastikan stabilitas ibu kota tetap terjaga.

Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga ketertiban dan keamanan, khususnya dalam menyambut Idulfitri.

Sebelumnya, Pramono juga telah membuka Jakarta Ramadan Festival di kawasan Bundaran HI. Untuk pertama kalinya, sekitar 1.300 rebana mengiringi lagu-lagu syiar Ramadan dalam kegiatan tersebut yang akan berlangsung hingga Idulfitri.Dalam momentum Ramadan dan Idulfitri tahun ini, Pemprov DKI mengusung tema “Mudik ke Jakarta”.

Pramono mengajak masyarakat menjadikan Jakarta sebagai tujuan mudik.Ia menambahkan, Pemprov DKI Jakarta akan memberikan insentif pajak untuk mendorong berbagai program diskon di Jakarta. Selain itu, sarana transportasi juga akan digratiskan saat perayaan Idulfitri agar dapat dirayakan bersama oleh seluruh warga.

Pramono berharap Ramadan 1447 H menjadi momentum memperkuat persatuan, menjaga stabilitas, serta menghadirkan kenyamanan, keselamatan, dan kebahagiaan bagi seluruh warga Jakarta.