Presiden Prabowo Beri Arahan Rapim TNI-Polri di Istana, Tekankan Profesionalisme dan Kedekatan dengan Rakyat

Berita Pemerintahan

JAKARTA.- Presiden Prabowo Subianto memberikan pengarahan langsung kepada para peserta Rapat Pimpinan (Rapim) TNI dan Polri yang digelar di halaman tengah Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (09/02/26).

Kegiatan ini menjadi momentum penting konsolidasi jajaran pimpinan pertahanan dan keamanan negara di awal tahun.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa Rapim TNI dan Polri merupakan agenda rutin tahunan yang selalu diselenggarakan sebagai forum evaluasi sekaligus penguatan sinergi kedua institusi.

“Jadi hari ini Bapak Presiden berkesempatan memberikan pengarahan dalam forum rapat pimpinan TNI dan Polri. Ini adalah agenda rutin tahunan sebetulnya, jadi setiap awal tahun selalu ada forum rapat pimpinan TNI maupun Polri. Dan hari ini alhamdulillah Bapak Presiden dapat memberikan pengarahan dan kebetulan mengundang para pimpinan TNI dan Polri untuk mendapatkan pengarahan di Istana Merdeka, Jakarta,” ujar Prasetyo kepada awak media usai acara.

Dalam arahannya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa TNI dan Polri memiliki peran strategis sebagai garda utama pertahanan dan keamanan negara. Karena itu, kedua institusi diminta terus memperkuat profesionalisme, menjaga soliditas, serta selalu hadir dan dekat dengan masyarakat.

Kepala Negara juga menyampaikan apresiasi atas kinerja TNI dan Polri selama lebih dari satu tahun masa kepemimpinannya.

Menurutnya, kedua institusi tersebut telah menjadi ujung tombak dalam menyukseskan berbagai program pemerintah yang berorientasi pada kepentingan rakyat.

“Tadi juga beliau menyampaikan terima kasih, penghargaan dan apresiasi kepada TNI maupun Polri yang dalam satu tahun lebih masa kepimpinan Bapak Presiden Prabowo, TNI maupun Polri terus menjadi kader terdepan di dalam membantu dan menyukseskan seluruh program-program pemerintah, yang semua program itu selalu orientasinya adalah untuk kepentingan rakyat, kepentingan bangsa, dan kepentingan negara di atas segala kepentingan pribadi maupun golongan,” ungkap Mensesneg.

Selain menekankan pentingnya persatuan dan soliditas internal, Presiden Prabowo juga memberi perhatian pada kesejahteraan personel.

Ia meminta para pimpinan TNI dan Polri agar tidak ragu memberikan penghargaan kepada anggota yang menunjukkan dedikasi, pengabdian, dan kinerja luar biasa.

“Bapak Presiden memang secara khusus tadi juga menyampaikan bahwa meminta kepada pimpinan TNI maupun Polri untuk tidak ragu-ragu, kemudian juga tidak segan-segan untuk memberikan penghargaan kepada anggota TNI maupun anggota Polri yang telah menunjukkan dharma baktinya kepada bangsa dan negara,” jelas Prasetyo.

Lebih lanjut, Presiden juga mengevaluasi peran TNI dan Polri agar tetap menjadi institusi yang kuat, profesional, serta berpihak kepada kepentingan masyarakat. Dalam berbagai situasi, kedua lembaga tersebut dinilai konsisten hadir di garis depan, termasuk dalam penanganan bencana dan pembangunan infrastruktur di daerah terpencil.

“Dalam hal penanganan bencana, TNI-Polri berada di garda yang paling depan, kemudian dalam hal pembangunan berbagai program pemerintah termasuk di jembatan-jembatan di daerah-daerah terpencil, baik TNI maupun Polri juga bekerja keras untuk ikut membangun, sehingga bisa meringankan beban masyarakat,” tambahnya.

Menjelang bulan suci Ramadan dan Idulfitri, koordinasi lintas kementerian dan lembaga juga terus diperkuat. Dalam hal ini, TNI dan Polri memiliki peran penting dalam menjaga keamanan dan kelancaran aktivitas masyarakat.

“Dalam berbagai forum kami di lintas kementerian dalam rangka persiapan bulan suci Ramadan dan persiapan Lebaran, kami terus berkoordinasi, dan baik TNI maupun Polri selalu hadir karena bagaimana pun juga saling berkaitan,” pungkas Mensesneg.