Herman Khaeron Pastikan Pasokan BBM Aman Jelang Mudik Lebaran

Berita Pemerintahan

KOTA CIREBON.- Anggota Komisi VI DPR RI sekaligus Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Herman Khaeron, memastikan ketersediaan pasokan energi menjelang arus mudik dan arus balik Idulfitri 1447 Hijriah dalam kondisi aman.

Kepastian tersebut disampaikan setelah dilakukan evaluasi bersama PT Pertamina, PLN, serta berbagai moda transportasi darat terkait kesiapan energi selama periode Lebaran.

Hal itu diungkapkan Herman Khaeron saat menggelar kegiatan Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan yang dirangkaikan dengan acara buka puasa bersama di salah satu rumah makan di Jalan Dr. Cipto Mangunkusumo, Kota Cirebon, Minggu (8/3/26) malam.

Pria yang akrab disapa Kang Hero tersebut menyatakan bahwa dari sisi stok maupun distribusi, bahan bakar minyak (BBM) dipastikan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama masa mudik dan arus balik Lebaran.

“Kami sudah melakukan evaluasi dengan Pertamina, PLN, dan moda angkutan darat. Untuk arus mudik dan balik, ketersediaan BBM baik dari sisi stok maupun keterjangkauan siap dan cukup untuk 21 hari kerja. Stok ini akan terus ditambah sejalan dengan tingkat kebutuhan di lapangan,” ujar Kang Hero.

Meski demikian, ia mengakui bahwa tantangan tetap ada, terutama dari sisi harga minyak dunia yang mengalami kenaikan akibat ketegangan geopolitik di kawasan Teluk.

Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi menimbulkan double impact, yakni meningkatnya harga energi global di tengah naiknya permintaan domestik menjelang Hari Raya Idulfitri.

Kang Hero pun menyinggung pengalaman Indonesia pada masa pemerintahan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam menghadapi gejolak harga energi dunia.

Menurutnya, pada masa itu pemerintah mampu mengelola situasi dengan perhitungan yang matang, terutama melalui pengaturan subsidi dan penyediaan jaring pengaman sosial bagi masyarakat.

“Di era Pak SBY, kenaikan harga internasional dikelola dengan hitungan tepat, tetap memberikan social safety net dan stimulus ekonomi sehingga masyarakat tetap tangguh. Kita tahu saat itu tingkat kemiskinan bahkan bisa turun hingga 9 persen,” jelasnya.

Ia juga menyatakan keyakinannya bahwa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto telah menyiapkan strategi yang matang bersama para menteri untuk menjaga stabilitas pasokan energi dan daya beli masyarakat.

Menurutnya, fokus utama pemerintah saat ini adalah memastikan masyarakat tetap mudah mengakses BBM dengan harga yang terjangkau.Terkait kebijakan harga BBM, Kang Hero memperkirakan tidak akan ada kenaikan harga untuk BBM bersubsidi hingga periode Idulfitri mendatang.

Namun untuk BBM nonsubsidi yang mengikuti mekanisme floating price, pemerintah akan terus memantau perkembangan harga agar tidak memicu kenaikan harga komoditas lainnya.

“Pemerintah memiliki pilihan kebijakan, apakah menambah subsidi atau menerapkan kompensasi seperti yang dilakukan pada sektor listrik di PLN, agar kenaikan harga tidak melampaui batas daya beli masyarakat,” tambahnya.

Menanggapi isu ketergantungan impor minyak dari Timur Tengah yang mencapai sekitar 20 persen, terutama dari Arab Saudi, Herman menyebut pemerintah memiliki sejumlah alternatif sumber pasokan.Salah satunya adalah komitmen suplai dari Amerika Serikat yang dapat menjadi opsi untuk menutup kekurangan apabila terjadi gangguan distribusi di kawasan konflik.

“Yang terpenting adalah masyarakat tetap tidak kehilangan sumber energinya. BBM harus selalu tersedia dan terjangkau, sementara di sisi lain APBN kita harus tetap tangguh menghadapi situasi global saat ini,” pungkasnya.