Buka Rakor Kesehatan, Sekda Subang Tekankan Peningkatan Derajat Kesehatan Masyarakat

Berita Pemerintahan

SUBANG – Sekretaris Daerah Kabupaten Subang H. Asep Nuroni, S.Sos., M.Si., hadir dan membuka secara langsung Rapat Koordinasi Kesehatan, pada Rabu (20/05/2026) yang bertempat di Hotel Laska Ciater, Subang.

Rapat Koordinasi Kesehatan tersebut mengangkat tema Penguatan Implementasi SPM (Standar Pelayanan Minimal) dalam Upaya Transformasi Kesehatan Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) di Kabupaten Subang.

Pelaksanaan rapat koordinasi yang diikuti oleh 160 peserta, yang terdiri dari stakeholder kesehatan Kabupaten Subang mulai dari Kepala Puskesmas, Kasi Kecamatan , dan OPD terkait tersebut sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.6 Tahun 2024 tentang Standar Pelayanan Minimal (SPM) dan merupakan forum koordinasi, sinkronisasi, evaluasi, dan penguatan komitmen seluruh stakeholder dalam mencapai SPM di Kabupaten Subang.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Subang dr. Dwinan Marchiawati, MARS., pada kesempatan tersebut mengungkapkan kolaborasi harus dilakukan demi pelayanan kesehatan yang lebih baik di Kabupaten Subang.

“Kolaborasi harus dilakukan karena kesehatan bukan hanya tanggung jawab Dinas Kesehatan saja. Kolaborasi terintegrasi sehingga SPM Kabupaten Subang bisa naik,” tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, Sekda Subang, Kang Asep Nuroni membuka sambutannya menegaskan bahwa kehadirannya sebagai komitmen Pemerintah Daerah Kabupaten Subang untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Kabupaten Subang.

“Inilah bagian dari komitmen Pemerintah Daerah Kabupaten Subang untuk meningkatkan derajat kesehatan Kabupaten Subang,” jelasnya.

Kang Asep Nuroni menekankan peningkatan derajat kesehatan harus didukung oleh semua unsur terutama pemangku kebijakan wilayah yang memiliki peran seignifikan dalam peningkatan derajat kesehatan masyarakat.

“Yang perlu digaris bawahi adalah mana yang harus didahulukan, SPM, transformasi kesehatan, atau derajat kesehatan? Derajat kesehatan itu yang utama untuk ditingkatkan. Harus muncul intervensi dan prioritas kerja kewilayahan karena 40% faktor kesehatan berasal dari lingkungan,” terangnya.

Menurutnya, kesehatan menjadi prioritas pembangunan Kabupaten Subang karena kesehatan merupakan hal paling penting yang harus dipenuhi.

“Meskipun kesehatan bukan segalanya, tapi tanpa kesehatan segalanya tidak akan berarti tanpa kesehatan,” tuturnya.

Selanjutnya Kang Asep Nuroni menuturkan bahwa Pemerintah Daerah Kabupaten Subang sejalan dengan Pemerintah Pusat untuk terus mendorong terciptanya transformasi kesehatan.

“Transformasi kesehatan merupakan prioritas nasional yang harus didukung seluruh pihak yang bergantung pada kemampuan Pemerintah Daerah mengintegrasikan kesehatan dalam perencanaan dan penganggaran,” jelasnya.

Ia berpesan agar rakor ini mampu menghasilkan langkah nyata untuk peningkatan SPM kesehatan Kabupaten Subang.

“Rakor ini momentum penting untuk memperkuat SPM, efektifitas anggaran, dan sinergi lintas sektor sehingga dapat dihasilkan langkah konkrit untuk segera diimplementasikan,” jelasnya.

Terakhir, Kang Asep Nuroni kembali menegaskan komitmen Pemerintah Daerah Kabupaten Subang dalam meningkatan derajat kesehatan masyarakat Kabupaten Subang.

“Pemerintah Daerah Kabupaten Subang terus mendukung transformasi kesehatan dalam upaya meningkatan derajat kesehatan masyarakat Kabupaten Subang,” tegasnya.