KOTA CIREBON.- Ramadan 1447 Hijriah menjadi momentum strategis bagi Partai NasDem untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat konsolidasi internal partai.
Melalui agenda Safari Ramadan yang digelar di sejumlah wilayah Jawa Barat, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) NasDem menyasar berbagai elemen masyarakat, mulai dari kalangan pesantren hingga pelaku UMKM.
Kegiatan Safari Ramadan ini berlangsung selama kurang lebih 15 hari, terhitung sejak 21 Februari hingga 8 Maret 2026.Rangkaian agenda meliputi kunjungan ke pondok pesantren, kegiatan sosial kemasyarakatan, serta konsolidasi struktur partai di daerah.
Wakil Ketua Umum Partai NasDem sekaligus Wakil Ketua DPR RI, Saan Mustopa menyampaikan, Safari Ramadan merupakan program resmi DPP NasDem yang rutin digelar untuk menyapa masyarakat secara langsung.
“Ya, Safari Ramadan ini salah satu kegiatan DPP NasDem. Ini kita mulai kemarin tanggal 21, insya Allah berakhir tanggal 8 Maret yang akan datang. Jadi kurang lebih selama 15 hari kegiatan sehari-hari Ramadan ini,” ujar Saan saat ditemui usai kegiatan di Cirebon, Minggu (22/2/26).
Dalam rangkaian Safari Ramadan tersebut, DPP NasDem telah mengunjungi sedikitnya empat pondok pesantren di berbagai daerah di Jawa Barat, yakni di Bekasi, Karawang, Majalengka, dan Kabupaten Cirebon.
Menurut Saan, kunjungan ini menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan antara partai politik dengan kalangan pesantren sebagai salah satu pilar penting dalam kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat.
“Kita sudah empat pondok pesantren yang kita datangi, mulai dari Bekasi, Karawang, Majalengka, dan di Kabupaten Cirebon,” jelasnya.
Selain silaturahmi, kegiatan juga diisi dengan aksi sosial seperti pembagian sembako, bazar murah Ramadan, dukungan terhadap pelaku UMKM, hingga peninjauan wilayah terdampak yang membutuhkan perhatian khusus.
Tak hanya menyasar masyarakat umum, Safari Ramadan juga dimanfaatkan sebagai ajang konsolidasi internal partai. Dalam agenda tersebut, DPP NasDem mengumpulkan jajaran pengurus mulai dari tingkat DPD, DPC, hingga anggota legislatif.
Konsolidasi difokuskan di daerah pemilihan (Dapil) Jawa Barat 8 yang meliputi Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, dan Kabupaten Indramayu. Langkah ini disebut sebagai bagian dari persiapan jangka panjang menghadapi kontestasi politik mendatang.
“Semua ini sekali lagi dalam rangka menghadapi persiapan menuju 2029 yang akan datang,” tegas Saan.
Terkait isu dukungan terhadap Prabowo Subianto pada Pemilu 2029, Saan menegaskan bahwa keputusan tersebut akan dibahas lebih lanjut di internal partai.
“Itu partai nanti akan membicarakan,” pungkasnya.
